Di Asia Timur, ulang tahun keenam puluh dihormati dengan keagungan istimewa, disebut “hwan-gap” (kembalinya batang-cabang). Mengapa tepat enam puluh? Jawabannya terletak pada roda besar yang dengannya Timur lama menghitung waktu: “siklus enam puluhan.” Ulang tahun keenam puluh meraikan roda waktu yang luas itu menyelesaikan satu putaran penuh, kembali ke tempatnya bermula.
Siklusnya tersusun begini. Di atas ada sepuluh “batang langit,” di bawah dua belas “cabang bumi.” Batang adalah sepuluh aksara — kelima unsur yang dipasangkan dengan yin dan yang — dan cabang adalah dua belas hewan yang kita kenal baik dari tanda tahun. Memasangkan keduanya secara berurutan, kamu melangkah satu tempat tiap kali: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Nah, ketika kamu memutar satu set sepuluh bersama satu set dua belas, dibutuhkan tepat enam puluh langkah sebelum pasangan yang sama bertemu lagi (kelipatan persekutuan terkecil dari sepuluh dan dua belas adalah enam puluh). Maka ada tepat enam puluh pasangan yang tak berulang, dari yang pertama hingga keenam puluh.
Orang dahulu menamai tahun, bulan, hari, dan jam dengan siklus ini. Itulah sebabnya sebuah nama tahun kembali tiap enam puluh tahun. Itu pula sebabnya peristiwa sejarah kerap disebut menurut tahun siklus terjadinya. Seluruh penanggalan tradisional berputar di atas ronde enam puluh petak ini.
Maka makna ulang tahun keenam puluh menjadi jelas. Titik di mana batang-cabang tahun kelahiranmu kembali sama persis setelah enam puluh tahun — tempat di mana seseorang telah memutar roda besar waktu satu putaran penuh — itulah tepatnya enam puluh. Itulah sebabnya orang dahulu memandangnya sebagai simpul berharga yang menandai “satu siklus penuh sebuah kehidupan,” dan menggelar perjamuan. Namun ada baiknya mengingat bahwa ini bukanlah ramalan yang mengklaim sebab, melainkan cara menghitung yang dibagikan Asia Timur, dan budaya, yang memandang waktu sebagai “siklus besar.”
Dilihat begitu, siklus enam puluhan bukanlah ramalan bahwa “nasibku ditetapkan pada usia enam puluh,” melainkan lebih merupakan khayalan lembut tempat Timur lama merasakan waktu sebagai satu roda yang mahaluas. Gagasan menarik napas di tempat satu putaran penuh telah menutup, lalu memulai ronde yang baru, bisa menjadi penghiburan yang tenang bagi kita hari ini juga. Seperti biasa di FortuneLeaf, ini disajikan bukan sebagai nasib yang baku, melainkan sebagai satu kesenangan kecil menikmati serat waktu bersama.