✦ FortuneLeaf

Ramalan Timur

Cara Membaca I Ching — Menarik Heksagram dengan Tiga Koin

Setelah tahu bahwa I Ching adalah kearifan lama yang membaca alur dunia lewat enam puluh empat heksagram, wajar bila kau ingin membacanya sendiri. Dahulu orang memakai metode rumit membagi lima puluh batang yarrow, tetapi kini yang paling luas dipakai adalah metode tiga koin, yang cukup dengan tiga koin. Alatnya begitu sederhana sehingga siapa pun dengan pikiran tenang bisa memulai.

Mula-mula tenangkan pikiran dan pegang dengan jelas satu pertanyaan yang paling ingin kauajukan. Lalu tetapkan aturan untuk tiga koin: lazimnya sisi gambar dianggap yang dan dihitung 3, sisi angka dianggap yin dan dihitung 2. Kumpulkan tiga koin di tanganmu, kocok perlahan, dan lempar bersama; jumlah tiga angka itu akan menjadi 6, 7, 8, atau 9. Yang ganjil, 7 dan 9, menjadi garis yang (⚊); yang genap, 6 dan 8, menjadi garis yin (⚋). Di antaranya, 6 (yin tua) dan 9 (yang tua) dipandang sebagai "garis bergerak" — garis yang siap bergerak dan berbalik menjadi lawannya.

Satu lemparan menetapkan satu garis. Lempar enam kali seluruhnya, menaruh garis pertama yang kautarik di paling bawah (garis pertama) dan menumpuk tiap garis baru selapis di atasnya. Ketika garis keenam bersandar di puncak, enam garis lengkap dari bawah ke atas, menegakkan salah satu dari enam puluh empat heksagram. Inilah heksagram utama yang mencerminkan pertanyaanmu kini.

Di sinilah keindahan I Ching muncul. Bila keluar sekurangnya satu 6 atau 9 — sebuah garis bergerak — kau membalik garis itu ke lawannya untuk membentuk heksagram kedua. Ini disebut heksagram mutasi. Jika heksagram utama adalah keadaanmu kini, yang mutasi menunjukkan arah aliran keadaan itu. Saat membaca, bila ada garis bergerak, cermati teks garis-garis yang berubah itu; bila tak ada, baca putusan yang merangkum seluruh heksagram utama. Ada berbagai kebiasaan tentang garis mana yang ditimbang ketika beberapa bergerak, maka pada mulanya cukup meresapi teks garis bergerak bersama makna luas kedua heksagram.

Untuk menyikapi pembacaan I Ching dengan bijak, baik mengingat satu hal: heksagram bukan lembar jawaban yang memaku takdir yang tetap, melainkan cermin yang memantulkanmu kini dan membiarkanmu menakar jalanmu sendiri. Orang dahulu menjadikannya adab untuk tidak menanyakan hal yang sama dua kali. Mereka berpandangan, bila hati yang goyah terus bertanya lagi, jawabannya pun menjadi keruh. Maka peganglah satu pertanyaan yang sungguh-sungguh dengan cermat, dan pantulkan lambang heksagram yang kautarik pada hidupmu sendiri. Pada akhirnya, yang memutuskan jalan bukanlah heksagram, melainkan kau sendiri, yang membacanya dan memilih hari ini. Konten I Ching dari FortuneLeaf pun meminjam kearifan lama ini untuk mendampingimu saat kau menenangkan hati di hadapan persimpangan.

Buka aplikasi FortuneLeaf →

Konten ini untuk hiburan dan refleksi diri berdasarkan tradisi dan simbolisme, bukan fakta ilmiah.