✦ FortuneLeaf

Ramalan Timur

Apa itu saju — struktur dasar empat pilar dan delapan aksara

Dalam ramalan Timur kamu sering mendengar kata “saju.” Saju secara harfiah berarti “empat pilar,” dan ungkapan yang kerap menyertainya, saju-palja, berarti “delapan aksara yang termuat dalam empat pilar.” Namanya terdengar rumit, tetapi kerangkanya mengejutkan rapinya. Hari ini, alih-alih tafsir, mari menengok dengan tenang hanya “struktur dasar” itu.

Keempat pilar berasal dari “tahun, bulan, hari, dan jam” kelahiranmu. Tahun kamu lahir satu pilar, bulan satu, hari satu, jam satu — maka empat pilar. Dan tiap pilar terdiri dari dua aksara, atas dan bawah. Yang atas disebut batang langit, yang bawah cabang bumi; dengan dua aksara di tiap dari empat pilar, ada delapan aksara seluruhnya — “palja.” Cabang bawah adalah dua belas hewan yang kita kenal baik dari tanda tahun (tikus, kerbau, harimau…), dan batang atas adalah sepuluh aksara: kelima unsur yang dipasangkan dengan yin dan yang.

Tiap pilar secara tradisi dipandang mencerminkan bidang kehidupan yang berbeda. Secara garis besar, pilar tahun menunjukkan akar dan leluhur, masa kanak dan landasan sosial seseorang; pilar bulan, orang tua dan lingkungan, kerja dan panggung sosial; pilar hari, “sang diri” dan pasangan; pilar jam, anak dan masa tua, serta dambaan hati batin. Khususnya aksara atas pilar hari — “sang tuan hari” — adalah titik pusat yang mewakili “dirimu” dalam saju, dan ketujuh aksara lainnya dibaca dalam hubungannya dengan sang tuan hari ini.

Lalu apa yang dilihat dengan delapan aksara ini? Saju membaca “keseimbangan” bagaimana kelima unsur yang termuat dalam delapan aksara teranyam — di mana berlebih dan di mana kurang. Menemukan aksara yang mengisi energi yang kurang adalah “yongsin” yang dibahas di tempat lain, dan nama yang diberikan pada hubungan antaraksara adalah “sepuluh dewa” (sipsin). Maka saju-palja bukanlah taburan pertanda yang terpisah, melainkan satu gambar yang rumit di mana kedelapan aksara saling bertaut.

Namun, ada yang perlu dikatakan dengan jujur. Saju bukanlah ilmu yang membuktikan sebab, melainkan “tradisi tafsir” yang menakar watak seseorang dan serat sebuah kehidupan dengan meminjam saat kelahiran. Bahkan delapan aksara yang sama memberi pembacaan berbeda menurut sudut pandang. Patut pula diingat sebagai warisan budaya yang lama dibagikan Asia Timur. Seperti biasa di FortuneLeaf, ini disajikan bukan sebagai nasib yang baku, melainkan sebagai sekeping perenungan untuk menengok ke dalam dirimu lebih dalam.

Buka aplikasi FortuneLeaf →

Konten ini untuk hiburan dan refleksi diri berdasarkan tradisi dan simbolisme, bukan fakta ilmiah.