Tanyakan pada orang Finlandia tentang «sisu», mereka sulit memberi terjemahan yang pas. Kira-kira, ia «kekuatan batin yang tenang yang membuatmu bisa melangkah satu kali lagi bahkan pada saat kamu seakan telah mencapai batasmu». Melampaui sekadar keberanian atau kesabaran, ia «ketangguhan tak terduga yang masih tersisa di dalam dirimu justru di titik yang terasa seperti akhir» — rasa hidup lama sebuah bangsa yang telah bertahan menghadapi musim dingin Finlandia yang panjang dan keras.
Corak sisu tidaklah gaduh. Ia bukan kekuatan yang menggiringmu dengan teriakan atau memamerkan diri di hadapan orang lain, melainkan lebih dekat pada tekad tenang untuk menggigit gigi dan melangkah berikutnya dalam diam. Siapa pun yang pernah berjalan menembus badai salju tahu — bahkan pada saat «aku sungguh tak sanggup», begitu kamu benar-benar melangkah, langkah lain menyusul. Sisu adalah justru akar dari «tetap berjalan meski begitu» itu.
Namun sisu yang sehat punya keseimbangan yang penting. Sisu tidak berarti bertahan tanpa syarat sampai tubuh hancur. Ketangguhan yang sejati lahir dari mengetahui kapan mendorong dan kapan berhenti untuk beristirahat. Justru, keberanian mengakui «kini saatnya mundur», kekuatan untuk tahu meminta bantuan, juga bagian dari sisu. Menguras diri tanpa henti bukanlah ketangguhan, melainkan hanya menggerogoti dirimu.
Cara bijak merangkul sisu itu sederhana. Jangan menjadikannya cambuk «bertahanlah sendirian apa pun yang terjadi» — sisu bukan kekuatan yang menghukummu, melainkan kepercayaan tenang yang memercayaimu bahkan di saat yang sulit. Ketika hati atau tubuh runtuh melampaui batasnya dalam waktu lama, alih-alih bertahan sendirian, genggamlah erat tangan orang-orang di dekatmu dan, bila perlu, seorang profesional — meminta bantuan pun sisu yang sejati. Seperti biasa FortuneLeaf, yang ditawarkan kekuatan tenang ini bukan kisah kepahlawanan besar tentang mengatasi, melainkan perenungan lembut yang membuatmu memercayai satu langkah yang tersisa di dalam dirimu bahkan di hari yang sulit — sebab kita jauh lebih kuat dari yang kita kira, dan sekaligus, makhluk yang boleh bersandar.