Tersembunyi di balik cahaya kota, kita makin jarang menengadah ke langit malam. Namun sesekali, mengangkat mata di tempat dengan sedikit cahaya, kita menahan napas melihat tak terhitung bintang yang berkelip dalam diam. Jika astrologi adalah membaca «makna» pada bintang, mengamati bintang (stargazing) hanyalah waktu sederhana memandang langit malam dan membuka hati pada keluasan dan keindahannya. Tak harus ada teleskop maupun pengetahuan — malam yang cerah dan hati yang mau menengadah sudah cukup.
Mulailah dengan sederhana. Di tempat yang agak jauh dari cahaya kota, tunggulah sekitar lima belas menit agar matamu menyesuaikan dengan gelap. Maka bintang-bintang yang mula-mula tak terlihat muncul satu demi satu. Menemukan satu rasi yang dikenal seperti Biduk atau Orion, mengamati bagaimana bentuk bulan berubah malam demi malam, dengan tenang memeriksa apakah «bintang» yang luar biasa terang sebenarnya sebuah planet seperti Venus atau Jupiter — semuanya menyenangkan. Mengarahkan aplikasi peta bintang ke langit untuk mencocokkan nama juga awal yang baik.
Mengapa sekadar memandang bintang meluaskan hati? Psikologi mengatakan bahwa rasa kagum yang kita rasakan di hadapan alam yang luas untuk sementara mengecilkan kekhawatiran kecil dan memberi ruang lapang pada pikiran. Masalahmu tidak lenyap, tetapi berdiri di bawah cahaya bintang yang telah menempuh ratusan juta tahun, meresaplah sebuah hiburan yang tenang: «dan toh aku adalah sekeping dari alam semesta yang luas ini». Sebesar sudut kamu menengadah, sebesar itu pula hati sedikit terbuka ke atas.
Cara bijak menikmati mengamati bintang itu sederhana. Jagalah jalan malam, dingin, dan keselamatan — untuk tempat asing, pergilah bersama orang yang kaukenal bila bisa. Alih-alih mencoba menggali nasib atau jawaban yang benar dari bintang, cukup berdiam sejenak dalam keindahan. Seperti biasa FortuneLeaf, yang ditawarkan menengadah ini bukan pencerahan yang besar, melainkan perenungan lembut yang untuk sementara meluaskan hati yang menyempit — sebab tanah kecil tempat kita berpijak, pada akhirnya, juga satu di antara bintang-bintang yang berkelip itu.