Dalam saju, keberuntungan harta sering dibaca melalui energi yang disebut «bintang harta» (jaeseong). Bintang harta adalah unsur yang dikuasai tuan harimu (energi hari kelahiranmu), dan ia melambangkan harta dan sumber daya yang kamu kelola dan kumpulkan. Dengan mengamati bagaimana bintang ini berada di dalam bagan dan seberapa kuat ia, seseorang merasakan corak hubungan seseorang dengan uang dan sumber daya.
Bintang harta terbagi, secara umum, menjadi dua. «Harta yang stabil» (jeongjae) adalah harta yang ditumpuk sedikit demi sedikit melalui kerja yang tekun dan ketelatenan — corak sebuah gaji atau tabungan yang setia. «Harta yang lentur» (pyeonjae) adalah harta yang beredar dan datang-pergi dalam skala besar — corak yang cair dari usaha, investasi, atau peluang yang tak terduga. Alih-alih yang satu baik dan yang lain buruk, ini berarti tiap orang memiliki kecenderungan bawaan yang berbeda dalam mengelola uang. Dan tergantung apakah bintang harta terlalu kuat atau lemah, dan apakah energimu sendiri (tuan hari) cukup kukuh untuk memikulnya, ikatan dengan harta dibaca secara berbeda.
Namun ada yang perlu diingat. Keberuntungan harta dalam saju sama sekali bukan ramalan yang memaku «berapa banyak aku akan menghasilkan seumur hidup». Ia lebih dekat pada cermin yang memantulkan tabiat hati yang dengannya kamu menemui uang dan sumber daya — apakah kamu menggenggam atau membiarkan mengalir, apakah kamu tertarik pada kestabilan atau petualangan. Mengetahui corak ini memberimu petunjuk untuk mengelola harta dengan lebih bijak, memanfaatkan kekuatan kecenderunganmu dan menopang kelemahannya. Tak perlu hal seperti membeli jimat untuk «menaikkan» keberuntungan hartamu.
Maka tak ada alasan untuk berkecil hati karena keberuntungan harta keluar lemah, atau menjadi sombong karena keluar kuat. Apa pun corak bawaannya, ketekunan, pengendalian diri, dan semangat berbagi yang dengannya kamu menemui uang dapat dipupuk sepenuhnya oleh pilihanmu sendiri. Seperti biasa FortuneLeaf, yang ditawarkan keberuntungan harta bukanlah rapor yang menilai kekayaan, melainkan perenungan lembut yang membuatmu memandang dengan jujur hubunganmu dengan uang — sebab keberuntungan harta yang sejati tumbuh bukan dari bintang yang kaubawa sejak lahir, melainkan dari sikap hari ini untuk memakai apa yang kaumiliki dengan bijak dan murah hati.