Di Asia Timur ada kebiasaan lama memilih hari yang baik menjelang peristiwa besar seperti pernikahan. Ini disebut «taegil» (擇日, pemilihan tanggal), dan khusus untuk perkawinan, «pemilihan tanggal pernikahan». Karena ini hari saat dua orang dan dua keluarga menjalin ikatan baru, sejak dahulu harinya dipilih dengan penuh pengabdian.
Secara tradisional, beberapa hal dipertimbangkan. Pertama, «hari tanpa son» (son-eomneun nal) — hari yang dalam tradisi rakyat dianggap bebas dari energi buruk («son»), sekitar hari lunar yang berakhiran 9 dan 0 (dekat bulan gelap), dipandang membawa keberuntungan. Kedua, saju keduanya (tanggal dan jam lahir) ditimbang untuk memilih hari saat energi mereka tidak berbenturan melainkan selaras, kadang merujuk aturan lama tentang usia pengantin perempuan atau bulan yang dihindari. Ketiga, musim dan keadaan nyata — menghindari waktu yang terlalu panas atau dingin, dan mempertimbangkan akhir pekan atau waktu di sekitar hari raya ketika para sesepuh dan tamu kedua keluarga dapat berkumpul. Dengan menumpuk syarat-syarat ini, dua atau tiga hari kandidat disaring, lalu hari final ditetapkan.
Namun ada yang perlu disimpan di hati. Taegil bukanlah sihir yang membuatmu menjalani takdir yang ditetapkan, melainkan sebuah pengabdian dan jangkar yang menata hati menjelang awal yang baru. Betapapun termasyhurnya sebuah hari yang baik, ia tak berguna jika persiapan dan cinta keduanya kurang; dan bahkan jika kamu menggelar pernikahan pada hari biasa, bila kalian saling menyayangi dan kedua keluarga bersiap dengan pengabdian, hari itu menjadi hari yang terbaik. Jika aturan lama terus berbenturan dengan kenyataan pasangan — pekerjaan, keadaan, situasi para tamu — kebijaksanaannya adalah menempatkan kesepakatan pasangan di depan alih-alih mengejar tradisi secara berlebihan.
Maka semoga kamu menjadikan pemilihan tanggal pernikahan bukan belenggu ketakutan bahwa «jika bukan hari ini, bencana menimpa», melainkan ritual lembut yang berkata, «kami menghargai awal kami sebegitu berharga». Proses memilih hari yang baik itu sendiri menjadi kesempatan yang baik bagi pasangan dan kedua keluarga untuk menyatukan hati dan berbincang. Seperti biasa FortuneLeaf, yang ditawarkan taegil bukanlah takhayul yang mengikatmu pada sebuah tanggal, melainkan perenungan lembut yang membuat kalian merawat, bersama, hati yang berpaling ke awal yang baru — sebab hari pernikahan terbaik bukanlah yang ditetapkan kalender, melainkan yang diisi dua orang dengan pengabdian satu sama lain.