Saju (四柱) berarti, secara harfiah, "empat pilar". Di sini, empat pilar adalah tahun, bulan, hari, dan jam saat seseorang dilahirkan. Di Timur, waktu sejak lama dipandang bukan sebagai sekadar angka, melainkan aliran yang masing-masing membawa energinya sendiri yang khas, dan energi waktu itu diungkapkan lewat kombinasi sepuluh Batang Langit (energi langit) dan dua belas Cabang Bumi (energi bumi). Maka tahun, bulan, hari, dan jam masing-masing memasangkan satu Batang dengan satu Cabang, menghasilkan delapan karakter seluruhnya—inilah saju palja, "empat pilar, delapan karakter".
Kedelapan karakter ini bagai foto yang menangkap energi saat seseorang datang ke dunia. Khususnya, Batang Langit hari kelahiran disebut "tuan hari", diambil sebagai pusat yang melambangkan orang itu sendiri; dengan menelaah bagaimana karakter lain berhubungan dengan tuan hari, dibacalah watak dan bakat, tekstur hubungan, serta aliran rezeki dan pekerjaan. Yin-yang dan lima elemen yang kita lihat tadi adalah dasar tafsir ini, menakar energi mana yang berlimpah dan mana yang kurang di antara delapan karakter.
Cara paling umum salah memahami saju adalah menerimanya sebagai "naskah masa depan yang sudah pasti". Namun saju bukan alat yang memaku nasib; ia lebih dekat ke peta watak bawaan dan prakiraan cuaca waktu. Dengan peta yang sama, jalan yang dipilih tiap orang berbeda, dan setelah mendengar prakiraan yang sama, hari orang yang membawa payung berbeda dari yang tidak. Yang disampaikan saju bukan "beginilah jadinya kamu", melainkan lebih ke "kamu terlahir dengan energi seperti ini, maka baik untuk memanfaatkan saat seperti ini dan berhati-hati pada saat seperti itu".
Maka mempelajari saju menuntun pada pemahaman diri yang lebih dalam, mengisi energi yang kurang lewat sikap hidup, dan kebijaksanaan untuk tak melewatkan aliran baik saat ia datang. Menasihati kehangatan bagi yang butuh ketegasan dingin, dan kesabaran bagi yang terlalu tergesa, saju pada akhirnya adalah nasihat menuju keseimbangan. Konten saju FortuneLeaf pun tidak berhenti pada tafsir aksara yang sulit; kami berupaya mengalihkan kisah yang ditawarkan delapan karakter itu kepada dirimu hari ini ke dalam bahasa yang hangat dan hidup.
Kata saju (四柱) secara harfiah berarti "empat pilar". Tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran masing-masing menjadi satu pilar, dan pada setiap pilar sebuah Batang Langit—aksara yang mengungkapkan energi langit—berpasangan dengan sebuah Cabang Bumi—aksara yang mengungkapkan energi bumi. Maka keempat pilar memuat dua aksara masing-masing, delapan seluruhnya, sehingga sering disebut "delapan aksara empat pilar". Ada sepuluh Batang Langit (jia, yi, bing, ding, dan seterusnya) dan dua belas Cabang Bumi (zi, chou, yin, mao, dan lainnya—dua belas yang sama dengan shio yang kita kenal); siklus enam puluh tahun tempat keduanya bertaut dan berputar membentuk irama waktu. Yang terpenting dari semuanya adalah Batang Langit dari hari kelahiran: sang "tuan hari". Saat membaca saju, tuan hari ini dianggap sebagai "diri", dan dibaca bagaimana ketujuh aksara sisanya berhubungan dengannya. Bahkan bacaan yang tampak rumit pun, pada akhirnya, bermula dari menakar keselarasan dan keseimbangan energi yang mengalir di antara delapan aksara ini.