✦ FortuneLeaf

Ramalan Timur

Asal mula dua belas hewan shio: mengapa tikus menjadi yang pertama

Tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, babi. Siapa pun dari Asia Timur setidaknya sekali pernah menghafal urutan dua belas hewan ini; kita menyebutnya dua belas cabang bumi, atau hewan shio. Tapi mengapa hewan-hewan ini, dan mengapa yang terkecil, si tikus, berdiri paling depan? Di sini tersimpan dongeng tua yang hangat, diwariskan sepanjang zaman.

Menurut legenda, dahulu kala Penguasa Langit berkata kepada para hewan, "Pada suatu pagi yang ditentukan, seberangilah sungai dan datanglah kepadaku; aku akan menamai dua belas tahun sesuai urutan kalian tiba." Kerbau yang rajin berangkat lebih awal dari siapa pun. Namun tikus yang cerdik diam-diam naik ke punggung kerbau untuk menyeberangi sungai, lalu tepat sebelum garis akhir ia melompat turun dan merebut posisi pertama. Kerbau, yang melangkah dalam diam, menjadi kedua; harimau yang gagah berani, ketiga. Kelinci menyeberang dengan melompati batu pijakan dan menjadi keempat; naga, yang datang menunggang awan, terlambat karena menebarkan hujan dan menjadi kelima. Ular, kuda, kambing, monyet, ayam, dan anjing tiba bergiliran, dan babi yang santai masuk paling akhir, menjadi yang kedua belas.

Tentu saja ini bukan catatan fakta, melainkan kisah simbolis yang diumpamakan dengan sifat tiap hewan. Kecerdikan tikus, ketulusan kerbau, keberanian harimau, kelincahan kelinci—masing-masing dari dua belas hewan menyimpan satu sisi watak yang mungkin dimiliki seseorang. Maka, mengetahui hewan shio-mu menjadi cermin lembut untuk menatap, melalui hewan itu, satu serat di dalam dirimu.

Dikatakan bahwa masing-masing dari dua belas hewan membawa wataknya sendiri. Tikus cerdik dan rajin; kerbau teguh dan tekun; harimau berwibawa dan berani. Kelinci lembut dan halus; naga penuh semangat dan dorongan; ular ditandai wawasan yang dalam. Kuda bebas dan aktif; kambing hangat dan artistik; monyet cerdas dan penuh bakat. Ayam tekun dan teliti; anjing setia dan tulus; babi murah hati dan diberkahi kelimpahan. Tanda hewan juga berpasangan dengan Batang Langit (jia, yi, bing, ding, dan seterusnya), sehingga kombinasi yang sama kembali setiap enam puluh tahun—itulah sebabnya satu tahun bisa disebut dengan warna dan hewan sekaligus, seperti "tahun Naga Biru". Namun, pembacaan watak semacam itu tidak dimaksudkan untuk mengurung orang dalam dua belas kotak, melainkan untuk dengan hangat menuturkan serat bersama yang longgar yang dimiliki mereka yang lahir pada tahun yang sama.

Dua belas cabang lebih dari sekadar daftar dua belas hewan; ia adalah sistem waktu Asia Timur itu sendiri. Bukan hanya satu tahun disebut dengan salah satu dari dua belas hewan, tetapi hari pun dibagi menjadi dua belas jam ganda—dari jam tikus (pukul 23 hingga 1 dini hari) sampai jam babi—masing-masing diberi seekor hewan, dan dua belas cabang dipadankan pula dengan arah dan bulan. Orang-orang dahulu membaca energi tahun dan jam kelahiran melalui dua belas aksara ini, menjadikannya landasan saju dan ramalan shio.

Bahwa kita masih merasa hangat setiap tahun baru sambil berkata "ini tahun hewan anu" adalah karena dongeng tua ini masih hidup di samping kita. Konten shio FortuneLeaf pun disajikan dengan semangat ini: menyampaikan simbolisme dua belas hewan bukan sebagai nasib yang pasti, melainkan sebagai kisah untuk memandang tahun dan dirimu dengan lebih hangat. Kisah apa yang mungkin sedang dituturkan hewan shio-mu kepadamu hari ini?

Buka aplikasi FortuneLeaf →

Konten ini untuk hiburan dan refleksi diri berdasarkan tradisi dan simbolisme, bukan fakta ilmiah.