✦ FortuneLeaf

Sejarah & Fakta

Tojeong — Sejarah & Fakta

Tojeong-bigyeol adalah salah satu ramalan musiman khas Korea, dibaca untuk meramal keberuntungan tahun mendatang. Ia memetakan tanggal lahirmu dengan metode tertentu menjadi tiga angka—trigram atas, tengah, dan bawah—lalu dengannya menetapkan satu dari 144 bait, dan melalui tafsir puitis bait itu menakar peruntungan tahun dan tiap bulan. Tafsirnya ditulis dalam baris yang sugestif dan kiasan seperti "tamu mulia datang dari timur" atau "waspadalah terhadap air", dimaksudkan untuk diresapi sesuai keadaan diri, bukan dibaca harfiah.

Namanya konon berasal dari Yi Ji-ham (1517–1578), cendekiawan pertengahan Joseon yang dikenal dengan nama pena Tojeong. Ia memperoleh nama itu karena tinggal di paviliun tanah—sebuah "tojeong"—yang ia bangun di tepi sungai di Mapo, Seoul, dan dikenang sebagai orang nyentrik yang mengutamakan kehidupan rakyat di atas pangkat serta sebagai perintis ilmu praktis. Wataknya—menolong kaum miskin dan menguasai astronomi, geografi, serta penghidupan rakyat—dengan wajar melekat pada nama buku yang, di masa sulit, memberi rakyat harapan dan peringatan untuk setahun.

Meski begitu, para sarjana berbeda pendapat apakah Yi Ji-ham sendiri benar-benar menyusun tojeong-bigyeol yang diwariskan kini; teori bahwa orang-orang kemudian menyusunnya dengan bersandar pada kemasyhurannya juga kuat. Yang jelas, menjelang akhir Joseon kebiasaan menengok tojeong-bigyeol untuk tahun baru pada bulan purnama pertama mengakar kuat di tengah rakyat, dan sepanjang era modern ia dicintai, bersama almanak, sebagai bacaan paling akrab di awal tahun.

Rahasia daya tariknya yang awet terletak pada suaranya yang hangat. Di tahun baik ia memperingatkan agar tak jemawa; di tahun sulit ia memberi harapan, berkata "bersabarlah dan menantilah, pada akhirnya semua akan lancar". Alih-alih menjatuhkan takdir dengan keras, ia lebih menyerupai pemandu lembut yang menenangkan tentang cara menjalani tahun. Maka orang memperoleh kekuatan saat bait baik muncul, dan menjadikan bait buruk sebagai kebijaksanaan untuk menjaga perilaku lebih dini.

Mengenai masa kini, tojeong-bigyeol tetap menjadi ramalan tahun baru yang paling disayangi di Korea menjelang Tahun Baru Imlek. Apa yang dulu dicari pada tetua kampung atau rumah ramal, kini mudah dijangkau lewat aplikasi dan layanan daring yang menampilkan tafsir begitu kamu memasukkan tanggal lahir. Bentuknya berubah, tetapi kebiasaan hangat untuk diam-diam membayangkan tahun dan memantapkan hati di ambangnya tetap sama seperti dulu.

Buka aplikasi FortuneLeaf →

Konten ini untuk hiburan dan refleksi diri berdasarkan tradisi dan simbolisme, bukan fakta ilmiah.