Dalam Saju, Cheonuiseong (天醫星) adalah bintang bertuah yang berarti, persis seperti namanya, “tabib langit.” Orang dahulu juga menyebutnya Hwarin-seong (活人星), bintang yang menyelamatkan yang hidup, sebab mereka memandangnya sebagai energi yang menghidupkan kembali si sakit dan meredakan penyakit. Berbeda dari banyak “sal” yang menakut-nakuti hidup, Cheonuiseong menandai tangan hangat yang mendekat dengan diam ke tempat ada luka dan duka, untuk merawat dan memulihkan.
Cheonuiseong ditetapkan lewat cabang bumi bulan kelahiran — cabang bulan (wolji). Caranya tak disangka sederhana: dalam alir dua belas cabang, yang datang tepat sebelum cabang bulan itulah tempatnya. Misalnya, yang lahir di bulan In (寅) mengambil Chuk (丑); bulan Myo (卯), In (寅); bulan Jin (辰), Myo (卯) — di mana cabang satu langkah lebih awal ini muncul dalam bagan, energi Cheonui dikatakan menyertai. Tepat sebelum bulan baru terbuka, energi yang diam-diam bersiap dan berjaga dari tempat di depan — corak itu, kata orang dahulu, menyerupai hati perawatan dan penyembuhan itu sendiri.
Mereka yang membawa Cheonuiseong kerap berhati lembut yang tak bisa sekadar melewati rasa sakit orang lain. Ketika seseorang bergulat, mereka menjulurkan tangan lebih dulu, melihat apa yang diperlukan, dan mencurahkan hati untuk tetap dekat sampai orang itu bisa bangkit lagi. Maka energi ini bersinar besar dalam pekerjaan yang menyembuhkan dan merawat orang — dokter, perawat, apoteker, konselor, terapis, kesejahteraan, pengasuhan. Bahkan di luar dunia medis, di mana pun seseorang mendengarkan orang lelah sampai tuntas dan menenangkan hatinya, corak bintang ini menampakkan diri.
Namun yang perlu diingat, memiliki Cheonuiseong dalam bagan tidak dengan sendirinya menjadikan seseorang penyembuh orang lain. Energi ini pun harus diasah agar menjadi bakat; dan sebaliknya, sekalipun tanpa bintang ini, kehangatan Cheonui hinggap dengan sendirinya pada yang berjaga di sisi yang menderita. Pada akhirnya tabib langit adalah singgasana hati sebelum ia tempat di antara bintang. Bahwa yang merawat orang lain mudah letih karena tak merawat dirinya sendiri juga bayang bintang ini: maka menjaga diri sendiri lebih dahulu dengan lembut pun termasuk dalam kearifan Cheonui.
Di sinilah alasan FortuneLeaf memperkenalkan Cheonuiseong. Bukan untuk memilah orang lewat “apakah aku punya bintang ini atau tidak,” melainkan untuk bersama mengenang bahwa hati yang hendak meredakan rasa sakit itu sendiri energi yang paling berharga, terbuka bagi siapa saja. Satu kata lembut yang kauberikan hari ini, setengah hari yang kauhabiskan menemani seseorang, menjadi pelita yang menyalakan Cheonui di dalam dirimu — sebab kehangatan itu bukan takdir yang tetap, melainkan cahaya tenang yang dinyalakan oleh hati yang mendambakan pulihnya orang lain.